Cara Menyembuhkan Sariawan di Pinggir Bibir yang Efektif

 

Sariawan dapat muncul di beberapa tempat di area mulut, seperti di bibir bagian dalam, lidah, gusi, dan pinggir bibir. Tulisan kali ini akan membahas cara menyembuhkan sariawan di pinggir bibir yang efektif.

Jenis Sariawan di Bibir

Berdasarkan ukurannya, ada 3 jenis sariawan di bibir, yaitu:

  • Sariawan besar: ukurannya lebar dengan pinggiran tidak rata, waktu penyembuhan dua minggu hingga berbulan-bulan.
  • Sariawan kecil: diameter kurang dari 1 cm dan bisa sembuh dalam waktu 7–10 hari.
  • Herpetiform: diameter 1–2 mm dan berkelompok, akan hilang dalam waktu 1 minggu sampai 2 bulan.

 

Cara Menyembuhkan Sariawan di Pinggir Bibir yang Ampuh

Untuk sariawan ringan, Anda bisa melakukan pengobatan sendiri di rumah dengan bahan yang tersedia. Meskipun mudah dan murah, cara ini cukup ampuh dan tentu saja aman.

  1. Mengompres dengan es batu. Rasa dingin akan membantu mengempiskan sariawan dan mengurangi rasa sakit.
  2. Mengoleskan madu secara rutin. Madu memiliki sifat anti radang dan antibakteri yang mampu mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan.
  3. Memanfaatkan buah kelapa. Anda bisa berkumur air kelapa, mengoleskan minyak kelapa, atau mengoleskan campuran santan dan madu sebanyak 3–4 kali sehari.
  4. Menempelkan kantong teh sekitar 5 menit. Kantong the mengandung tianin yang bersifat antivirus.

 

Manfaat Daun Sukun Untuk Kesehatan

Pemanfaatan daun sukun untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit sudah banyak diakui orang. Bahkan untuk daun sukun sendiri sudah ada yang membuat dalam bentuk teh celup agar lebih praktis. Walaupun banyak juga yang masih menggunakan cara untuk direbus dan diambil airnya yang dipercaya untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Dibawah ini adalah beberapa manfaat daun sukun untuk kesehatan ;

Mengatasi penyakit jantung

Peran jantung sangat  penting bagi tubuh. Tetapi apabila mengalami sakit jantung, bisa diobati dengan memanfaatkan daun sukun. Karena didalam daun sukun terkandung flavonoid dan sitosterol yang bisa menjaga kesehatan jantung dari kerusakan kardiovaskuler.

Jika mengalami metabolisme yang buruk, maka daun sukun pun bisa untuk membantu meningkatkan metabolisme tubuh.

Menyembuhkan Luka

Daun sukun yang mengandung sifat antioksidan dapat mempercepat untuk penyembuhan luka. Tidak hanya itu, daun sukun juga bisa dimanfaatkan untuk membantu proses penyembuhan luka agar semakin cepat karena didalam daun sukun terkandung polifenol, flavonoid, tanin dan alkaloid.

Mengatasi asam urat

Saat berusia lanjut, asam urat mudah sekali untuk menyerang. Biasanya akan terasa nyeri, pembengkakan serta mempunyai rasa yang panas terutama pada persendian.

Dengan menggunakan daun sukun, asam urat bisa diatasi selain itu daun sukun juga dapat mengurangi gejala asam urat.

Dengan sifat anti inflamasi yang dimiliki daun sukun, maka peradangan pada sendi pun bisa diatasi.

Mengatasi penyakit Ginjal

Daun sukun jika direbus bisa mengatasi gangguan ginjal. Karena sifat diuretic yang dimilikinya sehingga bisa menjaga kerja ginjal menjadi lebih baik. Selain itu daun sukun juga bisa mengurangi kolesterol dan gula darah yang bisa mempengaruhi kerja ginjal.

Mengatur Kadar Kolesterol

Daun sukun mengandung antioksidan yang berguna untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.

Mengatur Kadar Gula Tubuh

Daun sukun dapat mengatur kadar gula dalam tubuh  karena memiliki efek insulin. Kandungan flavonoid yang ada pada daun sukun bisa dimanfaatkan untuk menjaga kestabilan gula darah.

Itulah beberapa manfaat daun sukun untuk kesehatan yang harus kita ketahui, untuk dijadikan alternatif obat herbal ketika terkena salah satu penyakit diatas.

 

 

 

Yuk Cari Tahu  5 Tips Mengatasi Bekas Jerawat Merah yang Susah Hilang

Jerawat yang ada di wajah menjadi masalah kulit yang cukup serius.  Bahkan setelah berhasil mengatasi jerawat, anda juga harus menghilangkan bekas jerawat tersebut. Terdapat beberapa jenis bekas jerawat diantaranya warna hitam dan warna merah. Namun, bekas jerawat yang berwarna merah lebih sulit dihilangkan, jika dibandingkan dengan bekas jerawat hitam. Berikut ini cara mengatasi bekas jerawat merah yang bisa anda lakukan.

Cara Mengatasi Noda Kemerahan Akibat Jerawat

Pixabay.com
  1. Melakukan Pencegahan

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi noda kemerahan akibat jerawat yaitu dengan melakukan pencegahan terlebih dahulu. Hal ini juga bertujuan agar jerawat juga tidak semakin parah. Beberapa hal yang bisa dilakukan diantaranya membersihkan wajah secara rutin dua kali sehari. Sebaiknya gunakan sabun wajah yang dapat menghilangkan kotoran dan mengangkat sel sel kulit mati.

Selain itu, hindari menggunakan make up yang terlalu berlebihan. Jika selesai menggunakan kosmetik, sebaiknya bersihkan terlebih dahulu sebelum tidur. Anda juga perlu menghindari paparan sinar matahari secara langsung. Noda merah akibat jerawat bisa semakin parah, jika terpapar sinar matahari. Anda juga  harus menghindari memencet atau menekan jerawat, karena bisa menyebabkan bekas kemerahan yang menandakan timbulnya peradangan.

Selain itu, anda juga perlu menghindari memegang jerawat dengan menggunakan tangan. Tangan yang kotor bisa menyebabkan infeksi, yang akhirnya menyebabkan bekas jerawat merah. Anda juga perlu menghindari makanan yang mengandung minyak yang tinggi seperti gorengan, untuk mencegah munculnya jerawat. Jika terdapat jerawat, sebaiknya kompres dengan menggunakan es batu, dan oleskan salep benzoil peroksida.

  1. Menggunakan Bahan Bahan Alami

Beberapa bahan alami dipercaya dapat mengatasi noda merah akibat jerawat. Anda juga bisa mengaplikasikannya pada wajah yang terdapat noda kemerahan. Namun cara ini biasanya harus dilakukan secara teratur dan membutuhkan ketelatenan.  Anda bisa menggunakan gel lidah buaya, kemudian mengoleskannya pada noda merah akibat jerawat. Setelah itu, diamkan sekitar 30 menit. Lalu bilas dengan menggunakan air bersih.

Selain lidah buaya, anda juga bisa menggunakan tomat. Bahan alami ini memiliki kandungan mineral yang sangat baik untuk kesehatan kulit diantaranya yaitu Vitamin A, C, B1, B3, dan B6. Selain itu, tomat juga mengandung potasium dan zat besi. Kandungan tersebut juga dapat membantu penyembuhan luka pada kulit, sehingga cukup efektif untuk mengatasi bekas jerawat merah.

Cara menggunakan tomat cukup mudah, yaitu siapkan satu buah tomat dengan ukuran sedang. Kemudian cuci bersih tomat tersebut, dan haluskan  dengan memblendernya. Oleskan pada bagian wajah yang terdapat noda merah akibat jerawat. Selanjutnya, diamkan hingga 20 menit, dan bilas dengan menggunakan air bersih. Sebaiknya, gunakan setiap hari untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  1. Menggunakan Produk Skincare yang Tepat

Pixabay.com

Selain menggunakan bahan alami, anda juga bisa mengatasi noda kemerahan akibat jerawat dengan menggunakan produk skincare. Namun, pastikan memilih produk yang tepat dan aman dari bahan berbahaya. Biasanya produk yang sudah terdaftar di BPOM RI, sudah diuji sebelumnya dan bisa dipastikan tidak mengandung merkuri, hidroquinon dan tretinoin. Akan lebih baik lagi, jika produk tersebut tanpa detox sehingga tidak menyakiti kulit.

Produk krim pemutih dapat meregenerasi kulit, sehingga menghilangkan sel sel kulit mati, dan mempercepat pertumbuhan sel sel baru. Selain itu, adanya pencerah ini juga dapat menghilangkan bekas jerawat merah. Anda bisa menggunakan cream Bebwhite C skincare glow,  dimana produk krim malamnya juga dapat menekan perkembangan bakteri yang menyebabkan munculnya jerawat. Produk ini juga aman digunakan bagi ibu hamil dan menyusui.

Selain krim pemutih, anda juga perlu menggunakan toner yang dapat mengangkat kotoran dan minyak yang ada di wajah. Jika anda sering melakukan aktivitas di luar rumah, sebaiknya gunakan tabir surya untuk  melindungi kulit. Pilih tabir surya  dengan SPF minimal 30. Produk yang kaya kandungan vitamin C, dipercaya dapat mengatasi masalah kulit, seperti menghilangkan noda merah akibat jerawat, serta mencegah peradangan pada kulit.

  1. Mengkonsumsi Makanan Sehat

Anda juga bisa mengatasi noda kemerahan akibat jerawat melalui makanan. Beberapa makanan memiliki kandungan antioksidan yang baik bagi kulit, sehingga mencegah peradangan dan mengatasi kerusakan sel akibat radikal bebas. Salah satu jenis makanan yang bisa anda konsumsi yaitu salmon. Selain kandungan antioksidan yang ada di dalamnya, salmon juga mengandung asam lemak omega yang cukup tinggi.

Beberapa sayuran seperti brokoli dan kale juga dapat mengatasi bekas jerawat merah pada kulit wajah. Kale memiliki kandungan vitamin dan mineral yang cukup tinggi, sehingga dapat mengurangi hiperpigmentasi kulit wajah. Sedangkan kandungan yang ada pada brokoli terdiri dari vitamin A, B kompleks, C, dan E. Selain dapat mencegah kerusakan pada kulit, sayuran ini juga dapat meningkatkan elastisitas kulit.

Jus lemon memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Mineral ini dapat membantu menghilangkan racun yang ada di dalam tubuh. Selain itu, kandungan asam alami yang ada di dalamnya juga berperan sebagai agen pemutih untuk menghilangkan noda pada kulit. Jika menyukai kacang polong, anda juga bisa mengkonsumsinya secara rutin. Makanan ini mengandung glikemik yang rendah, sehingga dapat membatasi peradangan di wajah.

  1. Menggunakan Perawatan Laser

Perawatan laser sering menjadi alternatif untuk menghilangkan noda akibat jerawat, dan dinilai sangat ampuh. Namun, perawatan laser biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ada beberapa jenis laser yang dipilih, salah satunya yaitu fraction laser. Perawatan laser ini juga dapat mengatasi kerutan garis garis halus dan mencegah timbulnya bekas luka yang baru.

Selain itu, anda juga bisa menggunakan Pulsed Dye Laser atau biasa disingkat dengan PDL. Perawatan laser ini dapat menghilangkan bekas jerawat merah secara efektif. PDL menggunakan sinar cahaya yang terpusat, dan menyerang sel darah merah yang membesar. Selanjutnya, lapisan kulit terluar akan mati dan terkikis, sehingga kulit akan melakukan regenerasi sel baru.

Itulah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi noda  kemerahan akibat jerawat. Hal pertama yang harus dilakukan yaitu mencegah timbulnya jerawat yang meradang dan memerah, sehingga menimbulkan bekas yang susah hilang. Anda juga perlu menggunakan produk perawatan kulit yang tepat, untuk mengatasi masalah kulit tersebut. Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter kulit jika noda merah tersebut tak kunjung menghilang.

Ketahui Apa Saja Penyebab Pankreas Rusak

Pankreas merupakan salah satu bagian terpenting dalam tubuh manusia. Organ ini mampu menghasilkan hormon dan enzim yang berperan penting dalam metabolisme manusia. Seperti bagian tubuh lainnya, pankreas juga dapat mengalami kerusakan. Apa saja penyebab pankreas rusak? Yuk simak ulasan berikut ini.

Penyebab Kerusakan Pankreas

  1. Penumpukan lemak pada rongga perut

Seseorang mengalami obesitas umumnya memiliki penumpukan lemak pada rongga perut mereka. Hal ini akan membahayakan organ-organ yang berada di dalamnya karena dapat mengalami peradangan, termasuk pankreas. Akibat adanya peradangan ini, akan berakibat tingginya asam urat dan kolesterol. Keadaan ini lama kelamaan akan membuat pankreas mengalami kerusakan dan penurunan kinerja.

  1. Kebiasaan sering konsumsi alkohol

Mengkonsumsi alkohol belum dapat diketahui secara pasti penyebab kerusakan pankreas. Namun, dugaan dari konsumsi alkohol secara berlebihan akan menjadi senyawa kimia yang beracun yang merusak pankreas. Hampir 30% kasus kerusakan pankreas dialami oleh pecandu alkohol.

  1. Gangguan batu empedu

Hampir 40% kasus gangguan pankreas disebabkan penyumbatan empedu. Penyumbatan pada empedu dapat menyebabkan peradangan pada pankreas. Hal ini terjadi saat batu empedu menyumbat saluran pankreas.

 

Ini Dia, Manfaat Sari Lemon yang Jarang Diketahui

Buah lemon memang dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Hal ini tidak mengherankan karena lemon memang dikenal memiliki banyak kandungan yang baik bagi tubuh, yaitu sekitar 5 persen asam sitrat, dan merupakan sumber vitamin C yang tinggi.

Selain itu, lemon juga dikenal memiliki banyak kandungan vitamin, seperti vitamin B, riboflavin, dan berbagai mineral seperti kalsium, magnesium, protein, fosfor serta karbohidrat. Lalu, apa saja manfaat sari lemon bagi kesehatan tubuh?

Manfaat Sari Lemon Bagi Kesehatan Tubuh

Berikut ini adalah manfaat dari sari lemon bagi kesehatan tubuh yang jarang diketahui orang.

  1. Sebagai Pembersih Darah

Manfaat sari lemon yang selama ini jarang diketahui orang yaitu sebagai pembersih darah, mengonsumsi air lemon secara rutin dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit seperti kolera dan malaria, hal ini karena lemon mempunyai sifat sebagai pembersih darah.

  1. Mampu Mengontrol Tekanan Darah Tinggi

Kandungan kalium yang tinggi pada buah lemon ini dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, sari lemon juga mampu mengatasi mual, pusing, serta mengurangi stress mental dan depresi pada seseorang.

  1. Menyembuhkan Infeksi Tenggorokan

Sebagai buah yang tinggi kandungan vitamin C, buah lemon ini mampu membantu menyingkirkan bakteri yang menyebabkan infeksi, seperti salah satunya adalah infeksi pada tenggorokan. Bagi Anda yang sedang mengalami gangguan infeksi pada tenggorokan, berkumur dengan menggunakan setengah gelas jus lemon mampu mengurangi dan menyembuhkan infeksi pada tenggorokan.

  1. Mampu Mengobati Rematik

Selanjutnya, manfaat dari sari lemon ini adalah mampu mengobati rematik. Hal ini karena buah lemon memiliki sifat deuretik, dengan cara mengeluarkan racun serta bakteri yang berada di dalam tubuh.

  1. Membantu Perawatan Gigi

Manfaat sari lemon terakhir yang masih jarang diketahui orang yaitu mampu membantu perawatan gigi. Berkumur dengan sari lemon mampu membantu dalam mengurangi bahkan menghilangkan rasa sakit gigi. Selain itu, lemon juga dapat membantu mengatasi pendarahan pada gusi. Manfaat lain yang tidak kalah penting dari sari lemon ini yaitu, lemon mampu mengurangi dan mencegah bau busuk ada mulut yang sering dialami oleh banyak orang.

Itulah beberapa manfaat sari lemon bagi kesehatan. Sari lemon yang selama ini banyak dikenal mampu menurunkan berat badan saja, ternyata menyimpan segudang manfaat yang mungkin masih jarang diketahui orang.