Ebook Islami Hasana.id yang Berkualitas dan Terjangkau

Buku eletronik atau Ebook menjadi salah satu sumber masyarakat modern untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Salah satu Ebook yang banyak diminati oleh masyarakat modern adalah https://hasana.id/. Pada Ebook tersebut, ada banyak informasi islami yang dapat kita peroleh. Jika dilihat dari isi Ebook, kita dapat melihat bahwa buku elektronik tersebut memiliki kualitas yang baik dan ditawarkan dengan harga yang terjangkau. Hingga kini, ada 27 buah Ebook islami yang dapat kita peroleh. Setiap Ebook yang ditawarkan tentunya memiliki kualitas yang baik sehingga banyak masyarakat yang meminatinya.

Ragam Ebook Islami Hasana.id yang Berkualitas

Dari 27 Ebook islami yang ditawarkan oleh Hasana, semuanya memiliki kualitas yang baik. Ebook huruf Hijaiyah menjadi salah satu jenis buku elektronik yang banyak diminati. Secara umum, huruf ini memiliki kaitan dengan bahasa yang digunakan oleh kawasan Timur Tengah. Meskipun kita menggunakan bahasa latin sebagai bahasa sehari-hari, huruf Hijaiyah sangat melekat dengan kehidupan masyarakat. Karena ada banyak warga yang memeluk agama Islam, huruf Arab bukan lagi hal yang asing. Huruf ini merupakan huruf dasar dan pembentukan kata pada bahasa Arab. Huruf ini wajib diketahui oleh umat Islam agar mudah dalam membaca Al Quran. Pada Ebook, ada 30 huruf Hijaiyah yang diperkenalkan. Tidak hanya menjelaskan huruf-huruf Hijaiyah, kita juga akan diajarkan cara untuk membaca huruf tersebut.

Selain huruf Hijaiyah, Ebook yang dikenalkan oleh Hasana juga berupa penjabaran mengenai Wali Songo. Kualitas dari Ebook ini tidak perlu untuk kita ragukan lagi karena penjelasan lengkap mengenai Wali Songo dapat kita ketahui dengan baik. Wali Songo sendiri merupakan sebutan bagi mereka yang mengajarkan dan menyebarkan agama Islam. Di pulau Jawa, Walin Songo ini memiliki peranan yang sangat penting. Meskipun bertugas untuk menyebarkan agama Allah, Wali Songo berbeda dengan Nabi atau rasul. Mereka tidak diberikan mukjizat ketika berdakwah di muka bumi. Di dalam Ebook, ada beberapa nama Wali Songo yang diperkenalkan. Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Drajat, Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati merupakan beberapa nama Wali Songo yang disebutkan di dalam Ebook.

Makam Wali Songo

Dibalik harganya yang terjangkau, Ebook yang menjelaskan keberadaan Wali Songo juga menjabarkan informasi seputar keberadaan makam Wali Songo. Makam-makam tersebut hingga kini masih didatangi oleh masyarakat. Mereka yang datang ke makam biasanya bertawassul kepada sosok yang menyebarkan agama Islam ini. Makam Sunan Ampel berada di kota Surabaya. Tempat persinggahan sunan ini berada di dalam masjid. Jika kita ingin berkunjung ke makam Sunan Drajat, kita dapat mendatangi desa Drajat yang berada di kabupaten Lamongan. Makam Sunan Kalijaga menjadi makam lainnya yang banyak didatangi oleh masyarakat. Makam tersebut terletak di kabupaten Demak.

 

Apa itu Sai

Ibadah haji dan umroh terdapat rukun dan hukum yang perlu kita ketahui serta diharapkan bisa dijalankan dengan baik. Biasanya sebelum pelaksanaan ibadah umrah dan haji, para calon jamaah diberikan bimbingan agar semuanya dapat berjalan lancar dan baik.

Bimbigan tersebut juga biasanya disertai dengan buku panduan. Nantinya buku ini akan membantu para jamaah selama melaksanakan ibadah umroh atau haji. Khususnya bagi mereka yang baru pertama kali melakukannya.

Apa itu Sai dalam Ibadah Haji?

Sai merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan saat kita sedang melaksanajan ibadah umroh maupun haji. Ibadah sai dilakukan ketika jamaah sudah melakukan thawaf di kabah sebanyak tujuh kali putaran.

Biasanya sai dilakukan tidak jaruh dari tempat kita melakukan thawaf. Oleh karena itu para jamaah bisa langsung melakukan sai apabila thawaf sudah selesai dilaksanakan.

Definisi dari sai itu sendiri adalah melakukan perjalanan dari bukit shafa ke marwah. Sai harus dilaksanakan sebanyak tujuh kali, dan harus berakhir pada bukit marwah. Untuk perhitungannya yaitu masing-masing antar bukit dihitung satu kali perjalanan.

Kita tidak hanya melakukan perjalanan saja, tetapi saat sai kita juga melantunkan doa-doa serta bacaan yang kita pahami agar ibadah sai dapat berjalan dengan lancar.

Langkah-langkah dalam kita melakukan sai ada mempunyai ritme tersendiri. Saat ini juga telah diberikan penanda agar jamaah dapat dimudahkan dalam melaksanakan sai. Sebelum muncul tanda hijau maka jamaah akan berjalan seperti biasa.

Akan tetapi ketika mendekati tanda hijau sekitar enam hasta maka jamaah harus mempercepat langkah atau melakukan lari-lari kecil sampai dengan tanda tersebut berakhir. Kitapun harus memahami hal ini, agar sai yang kita lakukan dapat sempurna.

Apabila kita sudah melaksankan sai dengan jumlah tujuh kali perjalanan dan berhenti di bukit Marwah, lalu kita akan menaiki bukit serta menghadap kearah Bukit Shafa. Dan kita melakukan doa dengan posisi tersebut.

Ibadah Sai dianggap sudah selesai jika kita sudah melakukan runtutan tersebut dibarengi dengan niat dan doa yang sesuai. Apabila kita sudah melakukan sai, maka jamaah akan meneruskan proses ibadah haji atau umrah yang dilakukannya.

Syarat-Syarat Sai

Adapun syarat-syarat Sai yaitu :

  1. Didahului dengan thawaf ifadah
  2. Menyempurnakan hitungan sampai dengan tujuh kali
  3. Dilakukan ditempat sai
  4. Tertib

Untuk waktu Sai dilaksanakan setelah jamaah melakukan tawaf ifadah atau tawah umrah. Dan bagi jamaah yang melakukan haji Ifrad ataupun haji qiran setelah dilakukannya tawaf qudum boleh melakukan sai,jadi ketika kita sudah melaksanakan tawaf Ifadah maka tidak perlu untuk melakukan Sai lagi.

Sunah Sunah Sai

Sunah-sunah sai ;

  1. Melakukan zikir dan doa saat berada dibukit Shafa dan Marwah saat sedang melakukan ibadah sai
  2. Jamaah harus menutup aurat serta suci dari hadas dan najis
  3. Jamaah melakukan Sai ditempat sai dengan berlari kecil tetapi agak kencang terutama saat jamaah berada diantara tiang yang ada tanda lampu hijau, dan sambil melihat kearah ka’bah serta dilakukan dengan melambaikan tangan. Tetapi bagi para wanita cukup dilakukan dengan berjalan biasa.
  4. Usahakan melakukan sai disaat agak sepi
  5. Saat melakukan sai maka tidak menggunakan kendaraan kecuali kalau ada uzur.

Tata Cara Pelaksanaan Sai

Adapun Tata cara Pelaksanaan sai adalah :

  1. Jamaah akan berjalan ke bukit Shafa
  2. Ketika sudah sampai di bukit Shafa maka jamaah menghadap kearah ka’bah sambil membaca takbir serta tahlil
  3. Dilanjutkan dengan berjalan menuju ke bukit Marwah sambil melakukan zikir dan doa pada setiap perjalanannya
  4. Di mas’a ( tempat sai) ada dua pilar yang berwarna hijau. Ini menandakan bagi para jamaah laki-laki untuk melaksankan lari-lri kecil. Tetapi untuk perempuan hanya mempercepat jalannya saja.
  5. Saat jamaah mendekati ke arah bukit marwah maka diharuskan membaca doa Q.s al baqarah 158.
  6. Apabila kita sudah sampai di bukit Marwah, maka menghadap kearah ka’bah sambil membaca dzikir serta tahlil.

Hal Yang Harus Dihindari Saat Sai

Saat melakuakan sai , banyak orang yang melakukan kesalahan. Oleh karena itu sebaiknya kesalahan-kesalahan berikut ini harus dihindari :

  1. Yang perlu dihindari yang pertama yaitu dengan mengangkat tangan seperti yang dilakukan pada saat sedang sholat. Ada juga beberapa jamaah yang naik kebukit shafa marwah lalu menghadap ke kabah. Setelah itu mereka mengucapkan takbir seolah sedang melakukan shalat.

Hal ini justeru terjadi kekeliruan. Karena Rasululooh sendiri tidak pernah mengankat tangannya. Beliau mengangkat tangannya saat sedang melakukan doa saja serta membaca tahmid dan takbir.

  1. Berjalan cepat dalam melaksanakan sai. Hal ini dikarenakan berjalan cepat hanya dilakukan diantara tanda hijau, and utnuk yang lain cukup dilakukan dengan berjalan seperti biasa.

Pada saat melakuakn Sai juga terdapat larangan khusus bagi para laki-laki , yaitu :

– dilarang untuk memakai pakaian yang dijahit

– dilarang memakai alas kaki yang menutupi sampai mata kaki

– dilarang menutup kepala

Dan untuk larangan khusus bagi permpuan yaitu :

Jamaah perempuan dilarang untuk menggunakan kaos tangan yang menutup telapak tangan serta dilarang menutup muka ataupun mengenakan cadar.

Demikianlah ulasan mengenai Sai, semoga bisa bermanfaat khususnya bagi yang akan menjalankan ibadah haji ataupun umrah terutama menggunakan Travel Haji Plus atau yang akan berangkat haji di tahun ini.

 

 

Cara Setting Jam Digital Masjid Secara Manual

Jadwal sholat memang harus dikenali sebaik mungkin agar tidak menimbulkan keraguan. Dan jam digital akan sangat membantu dalam memastikan keakuratan waktu. Lalu, bagaimana cara setting jam digital masjid tersebut?

Pengaturan jam ini memang perlu dilakukan setelah dibeli dari pabrik jam masjid. Pengaturannya diharapkan supaya waktunya tidak melenceng. Dan caranya bisa dilakukan secara manual.

Tidak perlu teknisi untuk mengaturnya. Anda bisa melakukannya sendiri. Tentunya, hasilnya juga sesuai dengan yang diharapkan.

Apakah Jam Digital Perlu Disetting Setiap Waktu?

Diketahui bahwa jam digital ini beroperasi dengan memanfaatkan aliran listrik. Dan listrik bisa mati kapan saja. Baik dalam waktu singkat atau lama.

Seperti jam manual, ketika baterainya habis, jam akan mati. Setelah itu, seseorang perlu mengatur ulang setelah mengisi baterai baru.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah jam digital juga butuh pengaturan yang baru? Jawabannya tidak perlu sama sekali.

Jam digital ini dibuat secara otomatis. Ketika listrik hidup setelah pemadaman, jam akan menyesuaikan sendiri seperti semula. Artinya, pengaturan waktu sholat pertama kali akan terus disimpan sehingga tidak menimbulkan perubahan sama sekali.

Kelebihan ini tentunya membuat Anda tidak perlu mengalami kerepotan dalam mengaturnya kembali. Anda tinggal adzan sesuai jadwal sholat yang tertera tanpa keraguan.

Kuncinya terletak pada awal pengaturan. Ketika jam ini tiba dari pemesanan, Anda perlu menerapkan cara setting jam digital masjid yang tepat. Lalu, seperti apa tahapan dalam penyettingan jam tersebut?

Tahapan Setting Jam Digital Masjid

Setting jam digital masjid sebenarnya tidaklah sulit. Pengaturannya bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan cara manual. Mengenai tahapannya bisa dilihat di bawah ini.

  1. Mengatur Kalender dan Jam

Langkah pertama ialah menyetting kalender dan jam. Pengaturan inilah yang akan mempengaruhi keakuratan waktu sholat. Oleh karenanya, penting untuk memastikan bahwa settingan ini benar.

Pada jam digital, ada 3 tombol yang letaknya berada di bagian sisi kiri. Tombol ini berada persis di bawah colokan untuk keyboard.

Tombol atas untuk menambah, tombol tengah berupa menu, dan tombol bawah untuk mengurangi. Nah, cara pertama ialah dengan menekan tombol menu sekali saja.

Di sini, muncullah tampilan jam. Sambil memastikan ketepatan jam, sesuaikan dengan jam yang tertera pada perangkat elektronik semisal smartphone. Lihat, dan pastikan bahwa jam diatur sesuai waktu tersebut.

Jika jam digital masih belum sesuai, gunakan tombol atas dan bawah seperlunya. Apabila sudah selesai, Anda tinggal menekan tombol menu untuk memasuki settingan kalender.

Prosesnya sama seperti sebelumnya. Anda tinggal melihat apakah display kalender sudah menyala atau belum. Kemudian, pastikan bahwa kalender inilah yang disorot dalam bagian pengaturan. Lantas, manfaatkan kedua tombol untuk mengatur hari, tanggal, bulan serta tahun saat ini.

  1. Mengatur Waktu Sholat

Perlu diketahui bahwa setiap kota atau daerah memiliki perbedaan waktu dalam adzan. Terkadang, ada yang perlu dikurangi dan ada yang ditambahi. Karena ini berkaitan langsung dengan letak sebuah daerah.

Kita ambil contoh kota di Surabaya akan lebih dahulu waktu sholatnya dibanding di Jakarta. Perbedaannya bisa sekitar 5 menitan. Untuk itulah, Anda perlu melakukan perubahan. Bagaimana cara merubahnya pada jam digital?

Caranya sangat mudah. Tekan menu beberapa kali sampai jadwal sholat dzuhur mulai berkedip. Biasanya cukup dengan menekan menu sekitar 4 kali.

Anda tinggal menambahkan atau mengurangi dengan tombol di sebelahnya. Misalnya 2 menit, cukup gunakan tombol tambah dengan durasi 2 menit. Begitu seterusnya pada setiap waktu sholat selanjutnya. Yakni asar sampai subuh.

  1. Mengatur Jeda Untuk Iqomah

Setelah jadwal sholat disetting, Anda juga bisa mengatur jeda untuk iqomah. Jedanya biasanya ditandai dengan hitungan mundur. Tentunya bilangan ini dihitung setelah adzan tiba.

Anda bisa mengatur jedanya sekehendak hati. Misalnya apakah 5 menit, 10 atau 15 menit. Cukup tekan menu beberapa kali sampai display iqomah tersorot. Kemudian, atur semisal tampilannya 00:10 untuk jeda 10 menit setelah adzan.

  1. Mengatur Mode Auto ON/OFF

Ini merupakan fitur yang nantinya berguna untuk mematikan serta menghidupkan jam digital secara otomatis. Fitur ini memungkinkan penggunaan listrik dengan hemat.

Tekan menu beberapa kali sampai fitur ini muncul. Kemudian setting kapan jam digital akan mati dan hidup secara otomatis. Contohnya waktu off diatur 00:21, maka jam akan mati pada pukul 9 malam. Sementara itu, waktu off diatur 00:02 yang berarti hidup kembali pukul 2 pagi.

Simpan perubahan dan letakkan pada posisi yang tepat. Akhirnya, cara setting jam digital masjid sudah berhasil. Anda tidak perlu mengaturnya lagi hingga puluhan tahun.

Hukum MLM Dalam Islam Haram atau Halal?

Sebagai umat Islam kita harus bisa memilih beberapa kegiatan yang masih dalam ketegori halal. Termasuk ketika memilih sebuah pekerjaan. Ada banyak pekerjaan untuk menghasilkan uang dengan mudah. Namun sebagai orang Islam anda harus mengetahui apakah pekerjaan yang anda jalankan merupakan pekerjaan yang haram atau halal. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas salah satu bisnis yang cukup mudah ditemukan di Indonesia bisnis ini adalah bisnis mlm. Pernah mendengar mlm? MLM adalah Multi Level Marketing.

Memiliki sebuah bisnis mungkin menjadi keinginan anda saat ini. Memiliki bisnis menjadi pilihan beberapa orang untuk bisa mendapatkan penghasilan besar dengan cara yang mudah. Hal tersebut membuat orang tertarik untuk mengikuti berbagai jenis bisnis yang ada. Sebagai orang yang bijak tentunya anda harus mengenal bisnis tersebut sebelum bergabung di dalamnya. Jangan sampai anda mengikuti bisnis yang mengandung unsur haram. Bagaimanakah jika bisnis yang diikuti mengandung unsur mlm? Apakah bisnis tersebut boleh diikuti?

Ulasan kali ini akan membahas mengenai satu bisnis yang cukup mudah ditemui di tengah masyarakat. Bisnis tersebut adalah bisnis multi level marketing. Mungkin anda pernah mendengar bisnis mlm ini atau bahkan pernah tergiur untuk mengikutinya karena cukup menguntungkan. Sebelum anda bergabung dengan bisnis yang mengandung unsur mlm anda harus mengetahui bagaimanakah hukumnya menurut Islam. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai bisnis mlm menurut Islam apakah haram atau halal. Selain itu temukan informasi menarik lainnya yang ada di situs seruni.

Mengenal Bisnis MLM

Sebelum anda mengetahui hukum bisnis mlm menurut Islam alangkah baiknya jika anda mengenal bisnis mlm tersebut. Mengenal bisnis mlm lebih dalam akan memudahkan anda untuk menarik kesimpulan apakah bisnis ini termasuk haram atau halal. Bisnis yang menggunakan sistem mlm termasuk dalam bisnis yang muncul di era modern. Membahas bisnis mlm tentu sangat luas, untuk saat ini bisnis mlm mengalami perkembangan yang sangat pesat. Ada banyak sekali jenis bisnis yang dijalankan dengan sistem multi level marketing.

Apa yang dimaksud dengan bisnis menggunakan sistem mlm? Bisnis mlm ini biasanya menggunakan strategi pemasaran berantai atau berjenjang. Untuk memudahkan dalam memahami cara kerja bisnis mlm yakni adanya tenaga penjual atau sales. Disini tenaga penjual akan mendapatkan kompensasi atas penjualan yang dilakukannya dan juga mendapatkan kompensasi dari penjualan orang – orang yang direkurtnya. Sistem kerjanya adalah semua orang diharuskan untuk merekrut sebanyak – banyaknya orang untuk bergabung di dalam bisnis tersebut untuk bisa mendapatkan bonus yang lebih banyak. Itulah cara kerja dari bisnis yang mengandung mlm.

Bisnis mlm memang menjadi salah satu bisnis yang mampu menghasilkan pendapatan cukup besar. Besaran pendapat yang bisa diperoleh tergantung banyaknya orang yang berhasil direkut. Semakin banyak orang yang bergabung maka penghasilan yang didapatkan jugas samkin banyak. Bisnis yang mengandung mlm termasuk bisnis yang mudah dijalankan wajar saja jika banyak yang tertarik untuk bergabung dengan bisnis mlm. Walaupun menghasilkan uang dengan mudah namun anda wajib mengetahui hukum dari bisnis mlm menurut Islam.

Bisnis yang dijalankan dengan sistem mlm menurut Islam sendiri adalah haram. Ya, Islam memiliki pandangannya tersendiri untuk bisnis yang satu ini. Ada banyak alasan yang membuat bisnis mlm menjadi bisnis yang haram. Penasaran dengan penjelasan bagaimana bisa bisnis mlm dikatakan sebagai bisnis haram? Anda harus menyimak penjelasan di bawah ini hingga selesai. Jangan sampai anda bergabung dengan bisnis yang tergolong haram di dalam Islam.

Hukum Bisnis MLM Menurut Islam

Seperti yang sudah disinggung di atas bahwa hukum bisnis mlm menurut Islam adalah haram. Mungkin sebagian dari anda ada yang sudah tahu bahwa hukum bisnis mlm adalah haram. Bagi anda yang belum mengetahui bahwa bisnis mlm haram, anda harus mengetahui alasannya. Ada banyak alasan yang membuat bisnis mlm haram yang sudah pasti dijalankan tidak dengan syariat Islam. Alasan paling utama adalah adanya unsur penipuan atau gharar di dalam bisnis mlm.

Bisnis mlm bisa dilihat jika mengandung lima unsur. Dimana unsur pertama adalah adanya syarat membeli barang jika ingin bergabung dalam bisnis tersebut. Unsur kedua adanya sifat ketergantungan dengan member baru dimana member lama akan diuntungkan. Unsur ke tiga pelaksanaan bisnis menghasilkan bonus melalui kegiatan tertentu. Unsur ke empat produk yang dijual bisa secara gratis maupun dengan harga murah. Unsur ke lima semakin banyak orang yang direkrut bonus yang didapat lebih besar.

Jika anda menemukan sebuah bisnis yang mengandung lima unsur tersebut sudah pasti bisnis tersebut mengandung sistem mlm. Sebagai orang muslim anda harus bisa memilih dengan bijak bisnis yang akan anda ikuti. Jangan sampai anda mengikuti bisnis dimana di dalamnya ada unsur yang haram. Bisnis mlm termasuk bisnis yang tidak dianjurkan di dalam Islam. Ciri paling mudah mengenali bisnis mlm adalah semakin banyak orang yang berhasil  direkrut bonus yang akan anda dapatkan semakin banyak sehingga orang paling atas akan diuntungkan dari member paling bawah.

Kisah Nabi Ilyas, Nabi yang Harus Bersembunyi Puluhan Tahun Dalam Gua

Nabi Ilyas AS adalah keturunan Nabi Harun yang mana dulu bersama Nabi Musa dalam menegakkan agama Allah. Sebagai putra dari Yasin Bin Finhash, apabila sanad Nabi Ilyas diteruskan, maka garis keluarganya akan bersambung dengan garis keturunan Nabi Ishak AS putra Nabi Ibrahim AS. Ingin tahu bagaimana kisah Nabi Ilyas dalam berjuang untuk kaumnya? Yuk, simak ulasannya.

Siapakah Nabi Ilyas AS?

Nabi Ilyas lahir di Tisbe dan juga namanya sering disebut Elia atau Elijah dalam bahasa Inggris. Hidup sekitar tahun 885 hingga 795 SM pada zaman Raja Ahab, Ahazia, dan Yoram, Nabi Ilyas tidak hanya dihormati dalam Agama Islam, namun juga dalam Agama Yahudi dan Kristen. Kerasulan Nabi Ilyas sendiri terjadi pada tahun 830 SM dan diabadikan dalam QS Ash-Shaaffaat ayat 123-132.

Di dalam surat tersebut, juga diceritakan kisah bagaimana kaum Nabi Ilyas menantang Tuhan dan meminta didatangkan bencana jika memang Tuhan itu benar ada. Kaum yang dimaksud adalah Bani Israel. Di dalam Al-Qur’an sendiri, Bani Israel adalah kaum yang sering melakukan pelanggaran terhadap perintah Allah. Pada zaman Nabi Musa dan Nabi Harun, kaum yang sudah diselamatkan dari Firaun ini melanggar perintah Allah dengan menyembah patung sapi emas atas ajakan Samiri.

Sekilas cerita, Nabi Musa pun membimbing kaumnya untuk bertobat di Bukit Sinai. Lagi-lagi, Nabi Musa diuji kesabarannya lantaran kaumnya mendengar bagaimana beliau berbicara dengan Tuhan hingga meminta untuk diperlihatkan wujud nyata-Nya. Maka, Tuhan pun mendatangkan azab petir yang menyambar dan mematikan kaum Nabi Musa. Merasa sedih, Nabi musa pun memohon agar Allah menghidupkan kembali kaumnya agar mereka bisa memperbaiki diri.

Nah, Bani Israel yang menjadi medan dakwah Nabi Ilyas karena sudah melupakan ajaran Nabi Musa dan Nabi Harun adalah Kaum Bal di Kota Ba’albak. Menurut Atlas Tarikh Al-Anbiya’ Wa Al-Rusul karya Sami Bin Abdullah Al Maghluts, kota yang memiliki nama lain Ba’albaek ini ada di bagian barat Damaskus. Adapun menurut Syauqi Abu Khalil, kota ini juga memiliki nama lain Heliopolis yang artinya adalah Kota Matahari.

Penduduk kota yang banyak dihuni pelaut terkenal ini menyembah berhala berupa patung emas yang dinamai Baal. Bahkan ketika Anda berkunjung, sampai sekarang Anda akan bisa melihat altar pemujaan Dewi Baal di Heliopolis. Sayangnya, kedatangan Nabi Ilyas tidak disambut dengan baik. Dakwahnya tidak dihiraukan dan Raja serta rakyat kota tersebut lebih percaya terhadap berhala mereka. Tidak hanya itu, Nabi Ilyas juga diancam akan dibunuh.

Kisah Perjuangan Dakwah Nabi Ilyas AS dan Mukjizat yang Dimilikinya

Berdasar kisah nabi, diceritakan bahwa Nabi Ilyas adalah seseorang yang taat beribadah, penyabar, tidak mudah putus asa, dan suka menolong. Namun ketika ada ancaman pembunuhan dari kaumnya sendiri, Nabi Ilyas pun terpaksa meninggalkan kaumnya dalam kedurhakaan. Beliau bahkan terpaksa berpindah-pindah tempat untuk berdakwah dan agar terbebas dari kejaran bala tentara Raja Ahab.

Suatu ketika, Nabi Ilyas tiba di sebuah rumah yang mana penghuninya adalah keluarga baik hati. Mereka menerima beliau tanpa pamrih. Nabi Ilyas yang mengetahui bahwa salah satu anggota keluarga tersebut sedang menderita sakit pun memutuskan berdoa kepada Allah. Beliau memintakan kesembuhan dan atas izin Allah, anggota keluarga yang sakit itu sembuh. Rupanya, kesembuhan pemuda ini membuatnya tertarik menjadi murid Nabi Ilyas dan kemudian dikenal dengan nama Nabi Ilyasa.

Sejak hari itu, Nabi Ilyasa selalu menemani Nabi Ilyas dalam berdakwah sembari mencari persembunyiannya. Akibat kejaran tentara Ahab yang tidak berhenti, keduanya pun terpaksa bersembunyi di dalam gua. Sejumlah hadist menyebut bahwa Nabi Ilyas menyembunyikan dirinya di gua selama 10 tahun hingga 20 tahun lamanya. Anggapan ini salah satunya berasal dari Yazid Bin Abdus Samad yang mana diriwayatkan oleh Hisyam Bin Ammar.

Alkisah suatu hari setelah bertahun-tahun terusirnya Nabi Ilyas dari Bani Israel, kaum tersebut dilanda kekeringan parah selama bertahun-tahun hingga menimbulkan bencana kelaparan. Banyak manusia, hewan, dan tanaman yang kekurangan air dan akhirnya mati. Korban yang berjatuhan semakin banyak namun tidak ada tanda kapan kekeringan ini akan selesai.

Akhirnya, salah seorang dari kaum tersebut mengusulkan agar Nabi Ilyas bisa kembali kepada mereka. Mereka berharap dengan kembalinya sang Rasul tersebut, Allah akan mengangkat bencana kekeringan tersebut. Berhamburanlah Bani Israel mencari dimana sejatinya Nabi Ilyas.

Ketika bertemu, Bani Israel menceritakan musibah mereka kepada Nabi Ilyas yang tengah berdakwah dengan Nabi Ilyasa. Kaum tersebut memohon Nabi Ilyas untuk kembali dan berjanji akan beriman kembali kepada Allah SWT. Tidak tega melihat kesengsaraan kaumnya, Nabi Ilyas pun luluh dan berdoa kepada Allah memohonkan ampun dan meminta rahmat hujan untuk kaumnya.

Allah pun mendengar doa Nabi Ilyas dan menurunkan hujan di Baalbak. Tanaman kembali tumbuh, hewan kembali gemuk, dan manusia-manusia di kota tersebut kembali sehat dan sejahtera. Sayangnya, tobat mereka tidak bertahan lama dan penduduk Baalbak kembali berbuat maksiat. Akhirnya, Allah menurunkan azab berupa gempa.

Demikian ulasan tentang kisah Nabi Ilyas. Semoga bermanfaat.