Apa Itu Vasektomi

Deskripsi

Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi yang sangat efektif. Namun, tahukah kamu apa itu vasektomi?

Artikel

Saat ini alat kontrasepsi yang bisa digunakan sangatlah beragam. Tentunya, masing-masing alat kontrasepsi memiliki tingkat keberhasilan yang beragam. Salah satu alat kontrasepsi yang dinilai sangat efektif adalah vasektomi.

Inilah Penjelasan mengenai Vasektomi

Vasektomi meruapakan salah satu metode untuk menghambat sperma dalam tubuh agar tidak tercampur dalam cairan mani. Metode yang satu ini bisa menjadi pilihan kontrasepsi yang efektif. Pasalnya, tingkat keberhasilan metode ini mencapai 99 persen.

Pada metode vasektomi, saluran yang menyalurkan sperma dihambat dengan cara pengikatan atau pemotongan. Tujuannya adalah agar cairan sperma tidak bisa mengalir dan tercampur dalam cairan mani. Tentunya hal ini diperlukan pembedahan secara minor.

Metode ini bagi sebagian orang dirasa kontroversial. Pasalnya, dibutuhkan tekad yang bulat dan keputusan pasangan untuk melakukannya. Jika dari kedua belah pihak pasangan menyetujuinya, dokter bisa mempersiapkan proses pembedahannya.

Alasan memilih vasektomi

Vasektomi sendiri dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan penting. Salah satu pertimbangan yang cukup kuat adalah ketika pasangan sudah yakin tidak menginginkan anak lagi. Umumnya ini dipilih bagi pasangan yang sudah cukup berumur.

Selain itu, vasktomi juga perlu dipertimbangkan jika kehamilan pada pasangan bisa berbahaya. Untuk itu, kedua belah pihak haruslah bijak dalam menggunakan prosedur vasektomi ini.

Hal yang perlu diperhatikan

Tidak hanya hal-hal sebelum pembedahan yang harus diperhatikan, melainkan setelah dilakukan vasektomi juga harus kamu persiapkan. Kamu harus menjaga tubuhmu dengan baik setelah melakukan pembedahan tersebut.

Kamu harus menggunakan celana dalam yang mampu menyangga buah zakar dengan sempurna. Proses ini dilakukan setidaknya selama 2 hari. Selain itu, sebaiknya kamu menghindari aktivitas berat hingga kondisimu benar-benar pulih.

Sebaiknya kamu juga tidak berhubungan seks terlebih dahulu dalam jangka waktu seminggu lamanya. Selain itu, segera hubungi dokter jika kamu merasa ada yang tidak beres dalam tubuhmu.

Demikianlah artikel singkat mengenai vasektomi. Semoga bermanfaat!

Waspadai Bahaya Sering Emosi Saat Hamil

Ketidakstabilan emosi saat hamil merupakan hal yang wajar. Kondisi ini dapat terjadi akibat pengaruh perubahan hormon. Akibatnya, ibu hamil akan sering merasa sedih, cemas, dan marah tiba-tiba. Perubahan emosi secara drastis memang wajar, tetapi ibu hamil perlu mengetahui bahayanya apabila terlalu berlebihan. Simak ulasan tentang bahaya sering emosi saat hamil berikut ini.

Dampak Bahaya Sering Emosi Saat Hamil

Sulitnya menahan emosi pada ibu hamil sering terjadi karena hormon kehamilan meningkat. Selain itu, rasa tidak nyaman karena perubahan tubuh juga bisa menjadi faktor penyebab emosi menjadi tidak stabil. Berikut ini dampak sering emosi saat hamil yang perlu diwaspadai.

  • Menghambat pertumbuhan janin karena pembuluh darah yang menyempit saat emosi akan membuat pasokan oksigen ke janin berkurang.
  • Risiko persalinan prematur meningkat karena pertumbuhan janin menjadi tidak stabil.
  • Risiko berat badan bayi lebih rendah ketika lahir meningkat.
  • Temperamen bayi juga akan mengikuti orang tuanya.

Tips Meredam Emosi saat Hamil

Meskipun meledak-ledaknya emosi ketika hamil adalah hal wajar, diperlukan  upaya untuk meredamnya. Simak beberapa tips berikut ini agar emosi ibu hamil tetap stabil.

  • Berkomunikasi dengan pasangan, teman, keluarga, dan saudara.
  • Menulis buku harian untuk meluapkan emosi.
  • Mengerjakan aktivitas-aktivitas positif.
  • Perbanyak istirahat.
  • Lakukan hal-hal yang meningkatkan mood seperti membaca buku, menonton film, dan jalan-jalan.

Wajar ibu hamil merasakan gejolak emosi, apalagi menjelang persalinan. Jangan sampai kondisi demikian dialami berlebihan karena akan berdampak buruk bagi ibu hamil maupun janin. Semoga bermanfaat.

Berikut 5 Tanda Bayi Alergi Terhadap MPASI Yang Perlu Diketahui Para Ibu

Usia 6 bulan menjadi waktu awal bagi bayi untuk mulai memperkenalkan makanan selain ASI. Tidak menutup kemungkinan bahwa bayi memiliki alergi dengan beberapa jenis makanan tertentu. Reaksi alergi pada bayi adalah hal yang sering ditemukan, terlebih lagi ketika si kecil mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI atau yang biasa disebut MPASI. Berikut beberapa tanda bayi alergi terhadap MPASI yang perlu diketahui oleh para ibu.

Ciri-Ciri Bayi Alergi Terhadap Makanan Pendamping ASI

  1. Muncul Bercak Merah Dan Gatal

Ciri-ciri lain ketika bayi mengalami alergi pada makanan pendamping ASI yang diberikan yaitu mengalami bintik merah di kulit. Bayi baru lahir bisa menerima dampak yang berat karena kulitnya masih sangat sensitif. Bintik merah yang disebabkan oleh  alergi susu ini  dapat menyebabkan rasa gatal yang parah, sehingga ruam merahnya seperti menumpuk pada kulit. Gejala ini biasanya terjadi dengan cepat setelah mengkonsumsi salah satu jenis MPASI tersebut.

Munculnya bintik merah dan rasa gatal yang parah merupakan tanda yang paling umum ditemui saat alergi makanan. Ketika bayi alergi terhadap makanan, maka akan muncul tanda seperti biduran kemerahan pada kulit. Sehingga saat  hal ini terjadi, si kecil akan merasa sedikit gatal bahkan bisa mengganggu aktivitasnya. Bercak merah ini akan hilang dengan sendirinya, selama anda  menjauhkan si kecil dari makanan yang menyebabkan alergi itu.

  1. Mual Dan Muntah

Ketika si kecil mengkonsumsi makanan yang memicu alergi, ada beragam reaksi pada tubuhnya. Salah satunya adalah reaksi alergi yang terjadi adalah memuntahkan kembali makanan atau minuman. Pasalnya, mual dan muntah merupakan cara tercepat untuk  mengeluarkan alergen dari tubuh. Ketika hal ini terjadi, eliminasi makanan dan minuman yang baru ia konsumsi.

  1. Anafilaksis

Tanda bayi alergi terhadap MPASI selanjutnya adalah anafilaksis yang merupakan reaksi alergi berat sehingga membutuhkan penanganan medis. Biasanya gejala ini terjadi pada bayi secara tiba-tiba sehingga para orang tua harus selalu siap siaga dan tidak boleh lengah. Gejala yang menunjukkan anafilaksis diantaranya adalah seperti nafas pendek dan cepat, detak jantung cepat, lemas, hingga bisa menyebabkan pingsan.

  1. Pilek Dan Batuk

Batuk dan pilek juga menjadi tanda bahwa alergi terhadap MPASI, karena sistem pernapasan sensitif. Hal itu terjadi ketika tubuh bayi menolak zat yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi, sehingga batuk akan terjadi. Pada awalnya si kecil  mengeluarkan suara serak hingga terlihat seperti sangat kesakitan. Kemudian, bayi akan sering batuk apalagi setelah mengkonsumsi makanan yang memicu alergi.

Itulah 5 tanda bahwa bayi alergi terhadap MPASI yang harus anda waspadai. Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama akan sangat membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh si kecil. Kemudian pada usia diatas 6 bulan anda bisa melanjutkan dengan pemberian MPASI. Namun saat anda mulai memberikan makanan pendamping ASI pada si kecil maka anda harus selalu memantau perubahannya dikhawatirkan si kecil mengalami alergi pada beberapa makanan.

 

Pola Makan Bayi 10 Bulan Terkait Jadwal dan Jenis Makanannya

Bayi yang memasuki usia 10 bulan mulai bisa dikenalkan makanan yang padat dengan bentuk potongan kecil – kecil. Kenalkan menu makanan secara bertahap. Walaupun sudah memasuki usia 10 bulan namun bayi masih membutuhkan ASI. Menu makanan lain hanya sebagai pendamping ASI sampai usia bayi 2 tahun. Tidak hanya mendapatkan ASI dan menu makanan padat, bayi juga mulai dikenalkan dengan susu formula. Pada usia 10 bulan biasanya bayi mulai ditinggal bekerja oleh ibunya. Disini asupan si kecil tetap harus mendapatkan perhatian yang tepat.

Jadwal pemberian makan untuk bayi berusia 10 bulan adalah memberikan ASI atau susu formula dijam 06.00 – 07.00 ketika bayi bangun tidur. Pada pukul 07.00 bayi bisa diberikan menu sarapan pagi sesuai dengan makanan khusus untuk bayi berusaia 10 bulan. Selanjutnya pada pukul 10.00 bayi bisa diberikan cemilan. Untuk makan siang bayi bisa makan pada pukul 13.00. Menu yang bisa diberikan pada bayi adalah berupa makanan yang lebih berat seperti karbohidrat dan juga protein.

Biasanya bayi akan tidur siang dan bangun ketika sudah sore. Berilah menu ASI atau susu formula di jam 15.00 – 16.00. Dilanjut dengan pemberian makanan pada bayi pada pukul 18.00. Ketika bayi mau tidur maka bayi bisa diberikan ASI kembali sebagai penghantar tidur. Itulah jadwal yang bisa diterapkan untuk bayi berusia 10 bulan.

Lalu apa saja menu makanan yang bisa diberikan kepada si kecil? Ada banyak menu makanan yang bisa diberikan kepada bayi usia 10 bulan. Pada minggu pertama anda bisa mengenalkan Yogurt, roti gandum, sup sayuran, jus buah, oat, pasta, buah, biskuit bayi, dan menu lainnya. Pada minggu ke ketiga anda bisa mengenalkan selai pisang, kembang kol, brokoli, puding tepung, ikan, buah, sayuran. Pastikan setiap hari bayi mendapatkan menu yang berbeda. Hal ini mengatasi rasa bosan anak dengan menu makanan yang ada. Jika anak bosan dengan makanan tersebut tentu mampu menurunkan nafsu makan.

Ciri-Ciri Bayi Tumbuh Gigi

Gigi bayi Indonesia tumbuh dengan waktu yang berbeda beda, ada yang usaia bayi 3 bulan, ada yang usia bayi 6 bulan, 7 bulan da nada juga yang sampai satu tahun. Namun pada umumnya bayi akan tumbuh gigi pada usia 6-7 bulan, gigi yang tumbuh berjumlah 20, 10 bagian atas dan 10 bagian bawah. Apabila dalam waktu 1 tahun lebih gigi bayi belom tumbuh alangkah baiknya ibu konsultasi dengan dokter.

Ada ciri-ciri bayi tumbuh gigi yang di tujukan, ciri nya adalah sebagai berikut:

  1. Bayi rewel juga tanda sedang tumbuh gigi

Sering nangi, rewel, apalagi rewel nya pada waktu malam hari, bisa jadi ini adalah satu tanda bahwa akan tumbunya gigi si bayi. Memang tidak semua bayi rewel bisa menjadi tanda bahwa bayi sedang mengalami pertumbuhan, tetatpi ini dapat untuk mwelihat dan menjadi tanda untuk perkembangan bayi.

  1. Banyak mengeluarkan air liur

Bayi yang sering mengeluarkan air liur juga bisa dijadikan tanda bahwa bayi akan tumbuh gigi, apalagi ketika bayi sering mengeluarkan air liur di usia bayi menginjak 7 bulan, hal ini dapat di pastikan kalo si bayi segera tumbuh gigi.

  1. Tidak nafsu makan

Bayi yang sehat bila dikasih makan pasti akan memakanya dengan lahap, namum jika bayi sudah tidak emnak makan lagi, sering di lepeh atau yang lainya iyu menunjukan kondisi bayi sedang tidxak baik-baik saja. Bayi yang sering menolak untuk makan bisa juga menjadi tanda bahwa bayi anda sedang mengalami pertumbuhan pada gigi.

  1. Tidur tidak nyenyak

Ternya tidur juga bisa di jadikan cir pada bayi bahwa bayi sedang mengalami pertumbuhan pada giginya. Walau tidak semua kedaan ini bisa dijadikan tanda tanapa ada tanda lain. Bayi yang sehat akan tenang ketika sedang tidur, tetapi bayi yang susah tidur atau tidak nyenyak berate ada sesuatu yang terjadi, bisa jadi ini adalah ciri-ciri bayi tumbuh gigi nya.

  1. Pipi bayi berwarna merah

Ciri-ciri bayi tumbuh gigi yang terahir adalah pipi bayi, pipi bayi akan menunjukan perubahan warna ketika bayi akan trumbuh gigi. Terkadang tanda ini hanya terjadi di sebelah pipi bayi baik kanan maupun kiri, tetapi semua sama saja, setiap pipi bayi yang memerah dan terjadi di usia 7 bulan 70% bayi mengalami pertumbuhan pada gigi.

Penyebab Diare Pada Bayi

Diare adalah suatu kondisi di mana perut seseorang merasa tidak enak sehingga feses yang keluar pun encer. Umumnya orang jadi sering ke kamar mandi untuk mengeluarkan fesesnya. Namun, bagaimana jadinya jika bayi yang mengalaminya? Berikut ini ada beberapa penyebab diare pada bayi yang ibu wajib ketahui.

Usus Anak Lemah dan Sensitif

Mencari penyebab dari adanya keluhan diare sebenarnya tidaklah susah. Bayi anda mengalaminya? Jangan khawatir! Selain mencari penawar untuk menangkal diarenya, anda juga harus cari tahu penyebabnya.

Salah satu sebab yang mungkin saja bisa terjadi dari adanya diare pada bayi adalah karena ususnya terlalu sensitif. Usus anak memang tidak sekuat orang dewasa. Sehingga tidak bisa sembarang makanan masuk ke dalam perutnya.

Oleh karena itu, apabila terjadi diare padanya bisa saja karena ia memang ususnya masih terlalu lemah sehingga belum waktunya mengkonsumsi makan-makan yang bersifat keras.

Dehidrasi

Kemungkinan lainnya dari bayi anda yang mengalami diare bisa jadi karena ia memang kekurangan cairan. Sehingga sangat baik sekali apabila bunda memberinya minuman.

Khususnya, berilah anak minuman air putih yang jauh lebih menyehatkan. Kasus diare sering kali diatasi oleh oralite mengganti cairan tubuh yang hilang.

Adanya Bakteri

Mengatasi diare bisa dengan meminum obat. Namun, bagi si kecil apabila ia sedang terserang diare, bisa jadi memang karena adanya bakteri yang masuk ke dalam perutnya.

Menimbang bahwa si kecil masih rentan ususnya, kemungkinan bakteri yang masuk ke perut akibat makan tidak mencuci tangan atau mungkin makanannyalah yang mengandung bakteri.

Kurang Menjaga Asupan Makanan

Bisa jadi si kecil alami diare karena asupan makannya tidak terjaga. Barang kali memang tidak sengaja makan pedas, menimbnag bayi perutnya yang masih sensitive maka harus segera ditangani.

Jika tidak segera ditangani, maka kemungkinan perutnya akan terus merasa sakit dan hal tersebut sangat berpengaruh sekali pada kesehatan anggota tubuhnya. Maka langsung bawa ke dokter atau segera tangani saja dengan baik.

 

Asfiksia Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir

Penyebab asfiksia pada bayi baru lahir, di saat melahirkan memerlukan banyak oksigen, jika kurang mengakibatkan otak serta organ lainnya pada si bayi tidak berfungsi normal.

Adapun komplikasi ketika melahirkan pada bayi baru lahir di sebut dengan asfiksia neonatorum. Jangan di anggap remeh hal ini bisa berakibatkan fatal.

Apa itu penyakit asfiksia pada bayi baru lahir?

Kondisi bayi ketika oksigen terhenti maupun kekurangan, setelah ia dilahirkan. Baik dilahirkan secara normal atau pun secara caesar. Oksigen sangat berperan penting, untuk mencegah si bayi mengalami susah bernafas sebelum, selama, dan setelah di lahirkan.

Penyebab asfiksia pada bayi baru lahir :

  • Tekanan darah mama yang rendah dan tinggi selama melahirkan.
  • Ketika si bayi lahir secara prematur.
  • Menghirup mekonium (sindrom aspirasi mekonium) selama persalinan.
  • Tali pusat keluar terlebih dahulu sebelum bayi.
  • Plasenta terlepas lebih cepat mengakibatkan bayi sulit napas.
  • Plasenta bermasalah.
  • Proses melahirkan yang makan waktu.
  • Terdeteksi infeksi yang terjadi pada ibu dan si bayi.

Penyebab asfiksi pada bayi baru lahir terbagi menjadi dua bagian, yaitu :

  1. Penyebab asfiksi pada bayi baru lahir (prematur).

Mempunyai gejala-gejala :

  • Syok
  • Pneumonia, Dll.
  1. Penyebab asfiksi pada bayi cukup bulan.

Muncul ketika di usia kurang dari 6 bulan, yakni :

  • HPP (Hipersial Pulmonal Persisten) pada si bayi.
  • Pecahnya ketuban, dan si bayi menghirupnya sehingga mengganggu pernapasannya.

Gejala-gejala yang di alami pada bayi cukup bulan, yaitu : pneumonia, polisitemia serta ganguan pada jantungnya.

Cara mendiagnosis kondisi si bayi. Akan di lakukan pemeriksaan fisik oleh dokter serta tim medis lainnya. Yang di cari kondisinya ialah :

  • Denyut jantung 100x / menit.
  • Sisa ketuban yang berada dalam tubuh si bayi.
  • Bayi tidak bernapas.

Memahi segala gejala penyakit dari dini saat mengandung akan membantu kita untuk mencegah penyakit pada bayi yang di kandung.

4 Jenis Makanan Bayi 9 Bulan Belum Tumbuh Gigi

Pada bayi usia 9 bulan belum memiliki saluran pencernaan yang baik sehingga tekstur makanan yang diberikan selain ASI harus lembut agar dapat dicerna dengan baik.  Bagi bayi yang belum tumbuh gigi maka hal tersebut sangat mempermudah si kecil untuk mengunyah makanannya. Selain memberikan makanan yang tepat, penting bagi para ibu untuk memberi makanan bergizi seimbang, berikut beberapa makanan bayi 9 bulan belum tumbuh gigi.

4 Jenis Makanan Untuk Bayi Usia 9 Bulan Yang Belum Tumbuh Gigi

  1. Bayam

Sayuran satu ini bisa menjadi salah satu campuran untuk menu makanan pada si kecil. Kandungan zat besi yang terdapat pada sayuran ini dipercaya dapat melancarkan peredaran darah si kecil.  Selain itu, bayam juga mengandung vitamin C yang sangat diperlukan bayi pada masa usia pertumbuhan untuk membantu tumbuh kembangnya. Anda bisa mencampurkan bayam pada makanan yang akan diberikan untuk si kecil.

  1. Wortel

Wortel memang dikenal sebagai salah satu jenis sayuran yang memiliki sejuta manfaat terutama untuk kesehatan tubuh. Sayuran satu ini memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan mejadi lebih bergizi  setelah dimasak. Beta-karoten yang terdapat pada wortel yang membuat sayuran tersebut berwarna oranye dan ketika masuk ke tubuh berubah menjadi vitamin A yang baik untuk menjaga kesehatan mata.

  1. Telur

Telur bisa menjadi salah satu makanan bayi 9 bulan belum tumbuh gigi yang direkomendasikan karena selain harganya murah juga mudah didapatkan dimana saja. Telur banyak mengandung berbagai macam nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi untuk menunjang tumbuh kembangnya. Kandungan pada telur yang dibutuhkan oleh si kecil yaitu seperti vitamin A, D, E, B12 serta protein dan seng.

  1. Keju

Produk dari olahan susu memang memiliki banyak sekali manfaat terutama untuk kesehatan tubuh. Bayi pada masa usia pertumbuhan membutuhkan berbagai macam vitamin, mineral, protein dan kalori yang baik dalam proses tumbuh kembangnya. Kandungan kalsium yang terdapat pada keju sangat tinggi, sehingga sangat baik untuk pertumbuhan gigi pada bayi.

Selain itu, kandungan yang terdapat pada keju juga dipercaya mampu memperkuat tulang si kecil. Anda bisa mencampurkan keju pada menu makanan bayi 9 bulan belum tumbuh gigi untuk mendapatkan manfaatnya. Akan tetapi jika si kecil bisa dan mau memakannya dalam bentuk utuh maka hal itu akan menjadi sangat baik lagi, karena anda tidak perlu repot-repot untuk mencampur dengan makanannya.

Itulah beberapa jenis makanan yang bisa anda berikan untuk si kecil. Meskipun beberapa makanan diatas memiliki kandungan yang sangat baik bagi tumbuh kembang bayi, akan tetapi tidak semua bayi cocok dengan makanan tersebut. Jadi sangat penting bagi para ibu untuk mengetahui apakah si kecil memiliki riwayat alergi terhadap jenis makanan tersebut atau tidak.

Mengenali Ciri Bayi Sehat

Bayi yang sehat tentu menjadi hal yang membahagiakan bagi para orang tua. Biasanya patokan yang sering digunakan untuk mengenali ciri bayi sehat adalah melalui berat badan. Kenaikan berat badan memang menjadi salah satu ciri bayi tumbuh dengan sehat. Seiring bertambahnya usia bayi, berat badannya akan ikut bertambah secara bertahap. Bayi usia 0 hingga 6 bulan rata-rata mengalami kenaikan 120-200 gram setiap minggu. Kemudian pada usia 6 hingga 12 bulan, kenaikan berat badan bayi normal adalah 85-140 gram per minggu. Bayi juga dapat menopang berat badannya sendiri. Mulai dari usia 1 bulan bayi dapat mengangkat kepala, kemudian bisa tengkurap, duduk, hingga bayi bisa berdiri.

Ciri bayi yang tumbuh dengan sehat tidak hanya berdasarkan berat badan. Bayi yang sehat juga dapat diukur dari beberapa hal lain. Salah satunya adalah kondisi bayi saat bersama orang tua. Bayi yang sehat akan tenang saat berada dekat dengan orang tuanya terutama ibu. Sentuhan ibu akan membuat bayi merasa tenang layaknya saat masih berada di dalam kandungan ibunya. Hal tersebut terjadi karena perkembangan emosinal bayi yang sudah baik. Selain itu, bayi juga cenderung akan lebih mampu menyimak saat ibu mengajaknya bicara. Beberapa minggu setelah bayi lahir, suara-suara di sekitarnya akan menarik perhatian. Biasanya bayi akan menoleh atau mencari sumber suara yang didengarnya tersebut.

Bayi tumbuh sehat juga bisa dilihat dari kemampuan sosial untuk berinteraksi dengan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Bayi biasanya akan diam lebih lama pada sesuatu yang menarik perhatiannya. Bayi akan mengamati berbagai benda dan juga wajah orang yang ada di sekitarnya. Bayi yang sehat akan menunjukkan kemampuan berinteraksi seperti meniru gerakan yang dilakukan orang di hadapannya. Kemampuan tersebut biasanya akan terlihat pada usia mulai dari 1 bulan. Respons bayi yang tersenyum dan tertawa saat diajak bermain atau bercanda juga menjadi salah satu ciri bayi sehat. Kemampuan berinteraksi bayi akan terus berkembang seiring bertambahnya usia bayi. Orang tua sebaiknya memperhatikan hal-hal tersebut dan terus mendukung tumbuh kembang bayi.

 

3 Penyebab Bayi Susah BAB dan Cara Mengatasinya

Susah buang air besar (BAB) pada bayi seringkali sulit dikenali karena setiap anak memiliki siklus buang air yang berbeda. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya meski tidak bisa dianggap remeh. Karena dampak buruk susah buang air besar bisa memengaruhi proses perkembangan bayi. Tapi jangan buru-buru memberi si kecil obat pencahar ya, Bunda. Coba lakukan bebera cara mengatasi bayi susah BAB agar masalah si kecil segera terselesaikan.

 

Tips mengatasi masalah susah BAB pada bayi

 

Siklus dan frekuensi BAB bayi ditentukan oleh kemampuan tubuh bayi dalam mencerna makanan, pola makan dan minum, dan aktivitasnya. Masalah ini bisa dikenali melalui seberapa sering bayi BAB dalam seminggu. Normalnya bayi buang air besar minimal dua kali dalam seminggu. Selain itu, bentuk dan tekstur kotoran juga bisa menjadi tanda bayi sedang mengalami sudah BAB. Pola buang air besar bayi bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut ini penyebab dan cara mengatasinya.

 

  1. Konsumsi susu formula

Berbeda dengan ASI, komponen nutrisi dalam susu formula cenderung lebih sulit dicerna usus. Peralihan minuman bayi dari ASI ke susu formula atau berganti brand susu juga bisa menyebabkan si kecil susah buang air besar. Sebaiknya Bunda konsultasikan dengan dokter tentang susu formula apa yang cocok untuk si kecil.

 

  1. Kurang cairan (dehidrasi)

Kondisi kesehatan bayi seperti saat tumbuh gigi (teething), demam, atau sariawan membuatnya enggan minum susu. Hal ini membuat si kecil dehidrasi sehingga kotorannya menjadi keras. Bunda dianjurkan untuk memberi lebih banyak ASI. Atau cukupi kebutuhan cairan si kecil dengan memberikan jus buah atau sayuran yang dihaluskan.

 

  1. Peralihan dari susu ke makanan padat

Masa peralihan konsumsi bayi membuatnya rentan mengalami konstipasi. Pencernaan bayi terkadang belum siap menerima makanan padat karena masih terbiasa dengan makanan cair sehingga membuatnya susah BAB. Sebaiknya Bunda berikan bubur kacang atau makanan lain yang tinggi serat untuk memperlancar pencernaannya.

 

Setelah mengenali penyebabnya, sebaiknya Bunda lebih memerhatikan asupan nutrisi si kecil. Bunda juga bisa menggunakan cara mengatasi bayi susah BAB yang paling sederhana yaitu memandikan si kecil dengan air hangat. Cara ini bisa membantu si kecil lebih rileks sehingga lebih mudah buang air besar. Berikan pijatan lembut pada perut si kecil agar pencernaannya semakin lancar. Namun jika kondisi si kecil tak kunjung membaik, segera konsultasikan ke dokter karena susah BAB bisa menjadi indikasi penyakit tertentu.